Jumat, 30 Juni 2017

Riwayat Khadijah Radhiyallahu' Anha

 'Khadijah binti Khuwailid' (Bahasa Arab:خديجة, Khadijah al-Kubra) adalah isteri pertama Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Nama lengkapnya adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Beliau dilahirkan lima belas tahun sebelum tahun gajah. Khadijah al-Kubra, anak perempuan dari Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Za’idah, berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy. Dalam garis silsilah nasab, Ayah beliau bertemu dengan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam pada kakek yang ke empat yaitu Qusai bin Kilab, sedangkan ibunya bertemu dalam silsilah keturunan bersama Nabi pada kakeknya yang kedelapan yaitu Lu’ay bin Ghalib.

Beliau seorang saudagar wanita yang sukses dengan harta yang melimpah. Khadijah adalah wanita pertama yang hatinya tersirami keimanan dan dikhususkan Allah untuk memberikan keturunan bagi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, menjadi wanita pertama yang menjadi Ummahatul Mukminin, serta turut merasakan berbagai kesusahan pada fase awal jihad pcnyebaran agarna Allah kepada seluruh umat manusia.

Kala itu Khadijah radhiallahu ‘anha  memberikan tanggapan yang luar biasa, ketika Rasullah Shalallahu’alaihi wa sallam dianggkat menjadi Rasul :
أَبْشِرْ يَا ابْنَ عَمِّ وَاثْبُتْ فَوَالَّذِي نَفْسُ خَدِيجَةَ بِيَدِهِ! إنِّي لأَرْجُو أَنْ تَكُونَ نَبِيَّ هَذِهِ الأُمَّةِ

“Berbahagialah wahai putra pamanku dan teguhlah engkau. Demi Dzat yang jiwa Khadijah berada di tangan-Nya! Sungguh aku berharap engkau menjadi nabinya umat ini.” (Ibnu Hisyam dalam as-Sirah an-Nabawiyah, 1/236).

Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam pernah mengatakan kepada Khadijah:
إِنِّي أَرَى ضَوْءًا، وَأَسْمَعُ صَوْتًا، وَإِنِّي أَخْشَى أَنْ يَكُونَ بِي جَنَنٌ”. قَالَتْ: لَمْ يَكُنِ اللهُ لِيَفْعَلَ ذَلِكَ بِكَ يَا ابْنَ عَبْدِ اللهِ. ثُمَّ أَتَتْ ورقة بن نوفل، فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ: إِنْ يَكُ صَادِقًا، فَإِنَّ هَذَا نَامُوسٌ مِثْلُ نَامُوسِ مُوسَى، فَإِنْ بُعِثَ وَأَنَا حَيُّ، فَسَأُعَزِّرُهُ، وَأَنْصُرُهُ، وَأُومِنُ بِهِ

“Sungguh aku melihat suatu cahaya. Aku mendengar suara. Aku takut kalau aku gila.” Khadijah menjawab, “Tidak mungkin Allah akan membuatmu demikian wahai putra Abdullah.” Kemudian Khadijah menemui Waraqah bin Naufal. Ia ceritakan keadaan tersebut padanya. “Jika benar, maka itu adalah Namus seperti Namusnya Musa. Sekiranya saat dia diutus dan aku masih hidup, aku akan melindunginya, menolongnya, dan beriman kepadanya,” kata Waraqah. (HR. Ahmad 2846).

Keutamaan Khadijah Radhiallahu’anha
1.   Beliau merupakan wanita pertama yang dinikahi Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memadu dengan wanita lain sampai setelah kematiaannya dikarenakan kedudukan serta keutamaan beliau dihati Nabi, sesungguhnya dia adalah sebaik-baik teman hidup.

2.   Darinya lahir anak-anak beliau, kecuali Ibrahim, pertama anak laki-laki yang bernama Qosim, dimana dengan sebab itu beliau dipanggil ayahnya. Kemudian lahir Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah serta Abdullah. semua putra Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam wafat ketika masih anak-anak. Sedangkan semua putri beliau semuanya hidup di masa penyebaran Islam, semuanya memeluk Islam, dan semuanya ikut berhijrah. Namun semuanya wafat ketika Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam masih hidup, kecuali Fathimah, yang wafat 6 bulan setelah beliau wafat.

3.    Beliau dijuluki dengan wanita yang paling baik akhlaknya lagi suci dan mulia.
Hadits Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Ja’far radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita: ‘Aku pernah mendengar Ali ketika di Kufah beliau mengatakan: ‘Aku pernah mendengar Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « خَيْرُ نِسَائِهَا مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ وَخَيْرُ نِسَائِهَا خَدِيجَةُ » [أخرجه البخاري و مسلم]
Wanita terbaik yang pernah ada ialah Maryam putri Imran dan Khadijah“. HR Bukhari no: 3432. Muslim no: 2430.

4.   Beliau termasuk wanita yang paling dicintai oleh Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا غِرْتُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ وَمَا رَأَيْتُهَا وَلَكِنْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ ذِكْرَهَا وَرُبَّمَا ذَبَحَ الشَّاةَ ثُمَّ يُقَطِّعُهَا أَعْضَاءً ثُمَّ يَبْعَثُهَا فِي صَدَائِقِ خَدِيجَةَ فَرُبَّمَا قُلْتُ لَهُ كَأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ فِي الدُّنْيَا امْرَأَةٌ إِلَّا خَدِيجَةُ فَيَقُولُ إِنَّهَا كَانَتْ وَكَانَتْ وَكَانَ لِي مِنْهَا وَلَدٌ » [أخرجه البخاري ومسلم]
Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Nabi melebihi kecemburuanku terhadap Khadijah, dan aku belum pernah berjumpa dengannya. Akan tetapi, beliau sering sekali menyebutnya. Terkadang beliau menyembelih kambing lalu memotong-motong dan mengirim pada teman-teman Khadijah. Sampai pernah aku mengatakan padanya: ‘Seakan-akan tidak ada wanita lain didunia ini kecuali Khadijah’. Maka beliau menjawab: “Sesungguhnya dia itu wanita begini dan begitu, darinya aku dikarunia anak“. Dalam salah satu riwayat dikatakan: “Sesungguhnya aku di karunia buah hati darinya“. HR Bukhari no: 3818. Muslim no: 2434, 2435.

5.    Beliau termasuk wanita ahli Surga:
Hadits Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan: ‘Pada suatu ketika Jibril mendatangi Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam sambil mengatakan pada beliau:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّي وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ » [أخرجه البخاري و مسلم]
“Wahai Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam, Ini Khadijah telah datang. Bersamanya sebuah bejana yang berisi lauk, makanan dan minuman. Jika dirinya sampai katakan padanya bahwa Rabbnya dan diriku mengucapkan salam untuknya. Dan kabarkan pula bahwa untuknya rumah disurga dari emas yang nyaman tidak bising dan merasa capai”. HR Bukhari no: 3820. Muslim no: 2432.

Beliau meninggal pada bulan Ramadhan sepuluh tahun setelah kenabian, ada yang mengatakan; Delapan tahun, ada yang bilang tujuh tahun.

Adapun tentang wafatnya Khadîjah Radhiyallahu anha terdapat beberapa riwayat yang berbeda. Ada yang mengatakan beliau Radhiyallahu anha wafat dua bulan setelah Abu Thâlib. Ada yang berpendapat, satu bulan lima hari, dan lain sebagainya. Sedangkan yang masyhur, beliau Radhiyallahu anha wafat pada bulan Ramadhân tahun kesepuluh dari kenabian. Yaitu tiga tahun sebelum Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah.
Jarak antara wafatnya Abu Thâlib dan Khadîjah Radhiyallahu anha sangat pendek, yaitu kurang dari satu tahun. Ini berarti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditimpa musibah secara beruntun.

Khadijah sakit keras akibat beberapa tahun menderita kelaparan dan kehausan karena pemboikotan terhadap dakwah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Semakin hari, kondisi badannya semakin menurun, sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. semakin sedih
Dirinya tinggal bersama Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam selama dua puluh lima tahun. Beliau dikubur di Hajun Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. sendiri yang mengurus jenazah istrinya dan tahun kematiannya disebutkan dalam siroh Nabi dengan tahun kesedihan, dikarenakan kesedihan yang sangat dalam yang dirasakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika harus berpisah dengan istri tercintanya Khadijah.



(C) 2017 Toms Pro 
Publish : 30 Juni 2017


 Referensi :


Wikipedia. 2017. Khadijah binti Khuwailid.  https://id.wikipedia.org/wiki/Khadijah_binti_Khuwailid. Accesed : 2017, June 03.
ahlulhaditst. 2007. Khadijah binti Khuwaild wafat 3. hhttps://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/01/khadijah-binti-khuwaild-wafat-3h/ . Accesed : 2017, June 10.

Syaikh  Amin bin Abdullah asy-Syaqawi. 2013. Keutamaan ibunda Khadijah radhiyallahu anha bagian 2. http://kisahmuslim.com/3661-keutamaan-ibunda-khadijah-radhiyallahu-anha-bagian-2-selesai.html. Accesed : 2017, June 10.
Yulian Purnama. 2013. Pernikahan Rasulullah dengan Khadijah radhiallahuanha. https://muslim.or.id/18781-pernikahan-rasulullah-dengan-khadijah-radhiallahuanha.html. Accesed : 2017, June 17.
Syaikh  Amin bin Abdullah asy-Syaqawi. 2013. Keutamaan ibunda Khadijah radhiyallahu anha bagian 1. http://kisahmuslim.com/3649-keutamaan-ibunda-khadijah-radhiyallahu-anha-bagian-1.html. Accesed : 2017, June 17.

Nurfitri Hadi (nfhadi07). 2016. Peranan Khadijah saat Rasulullah menerima wahyu pertama. http://kisahmuslim.com/5571-peranan-khadijah-saat-rasulullah-menerima-wahyu-pertama.html . Accesed : 2017, June 30.

almanhaj. 2017. Mengarungi masa kesedihan. https://almanhaj.or.id/2053-mengarungi-masa-kesedihan.html . Accesed : 2017, June 30.

rangkaian panjang dalam bingkai siroh perjalanan hidup Umul Mukminin, istri Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau dilahirkan lima belas tahun sebelum tahun gajah, dalam nasab, dirinya termasuk berada pada kalangan menengah dalam suku Quraisy, dan yang paling tinggi kemuliaannya. Sampai dirinya dikenal dengan kesuciannya dari hal-hal buruk yang dilakukan para wanita pada zaman jahiliyah.
Beliau seorang saudagar wanita yang sukses dengan harta yang melimpah. Dan beliau dipersunting oleh Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam sedangkan saat itu umurnya sudah sampai empat puluh tahun, dan Nabi berusia dua puluh lima. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memadu dengan wanita lain sampai setelah kematiaannya dikarenakan kedudukan serta keutamaan beliau dihati Nabi, sesungguhnya dia adalah sebaik-baik teman hidup.


Read more http://kisahmuslim.com/3649-keutamaan-ibunda-khadijah-radhiyallahu-anha-bagian-1.html
rangkaian panjang dalam bingkai siroh perjalanan hidup Umul Mukminin, istri Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau dilahirkan lima belas tahun sebelum tahun gajah, dalam nasab, dirinya termasuk berada pada kalangan menengah dalam suku Quraisy, dan yang paling tinggi kemuliaannya. Sampai dirinya dikenal dengan kesuciannya dari hal-hal buruk yang dilakukan para wanita pada zaman jahiliyah.
Beliau seorang saudagar wanita yang sukses dengan harta yang melimpah. Dan beliau dipersunting oleh Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam sedangkan saat itu umurnya sudah sampai empat puluh tahun, dan Nabi berusia dua puluh lima. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memadu dengan wanita lain sampai setelah kematiaannya dikarenakan kedudukan serta keutamaan beliau dihati Nabi, sesungguhnya dia adalah sebaik-baik teman hidup.


Read more http://kisahmuslim.com/3649-keutamaan-ibunda-khadijah-radhiyallahu-anha-bagian-1.html
rangkaian panjang dalam bingkai siroh perjalanan hidup Umul Mukminin, istri Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau dilahirkan lima belas tahun sebelum tahun gajah, dalam nasab, dirinya termasuk berada pada kalangan menengah dalam suku Quraisy, dan yang paling tinggi kemuliaannya. Sampai dirinya dikenal dengan kesuciannya dari hal-hal buruk yang dilakukan para wanita pada zaman jahiliyah.
Beliau seorang saudagar wanita yang sukses dengan harta yang melimpah. Dan beliau dipersunting oleh Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam sedangkan saat itu umurnya sudah sampai empat puluh tahun, dan Nabi berusia dua puluh lima. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memadu dengan wanita lain sampai setelah kematiaannya dikarenakan kedudukan serta keutamaan beliau dihati Nabi, sesungguhnya dia adalah sebaik-baik teman hidup.


Read more http://kisahmuslim.com/3649-keutamaan-ibunda-khadijah-radhiyallahu-anha-bagian-1.html
Beliau seorang saudagar wanita yang sukses dengan harta yang melimpah. Dan beliau dipersunting oleh Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam sedangkan saat itu umurnya sudah sampai empat puluh tahun, dan Nabi berusia dua puluh lima. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memadu dengan wanita lain sampai setelah kematiaannya dikarenakan kedudukan serta keutamaan beliau dihati Nabi, sesungguhnya dia adalah sebaik-baik teman hidup.

Read more http://kisahmuslim.com/3649-keutamaan-ibunda-khadijah-radhiyallahu-anha-bagian-1.html
rangkaian panjang dalam bingkai siroh perjalanan hidup Umul Mukminin, istri Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau dilahirkan lima belas tahun sebelum tahun gajah, dalam nasab, dirinya termasuk berada pada kalangan menengah dalam suku Quraisy, dan yang paling tinggi kemuliaannya. Sampai dirinya dikenal dengan kesuciannya dari hal-hal buruk yang dilakukan para wanita pada zaman jahiliyah.
Beliau seorang saudagar wanita yang sukses dengan harta yang melimpah. Dan beliau dipersunting oleh Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam sedangkan saat itu umurnya sudah sampai empat puluh tahun, dan Nabi berusia dua puluh lima. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memadu dengan wanita lain sampai setelah kematiaannya dikarenakan kedudukan serta keutamaan beliau dihati Nabi, sesungguhnya dia adalah sebaik-baik teman hidup.


Read more http://kisahmuslim.com/3649-keutamaan-ibunda-khadijah-radhiyallahu-anha-bagian-1.html
Beliau seorang saudagar wanita yang sukses dengan harta yang melimpah. Dan beliau dipersunting oleh Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam sedangkan saat itu umurnya sudah sampai empat puluh tahun, dan Nabi berusia dua puluh lima. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memadu dengan wanita lain sampai setelah kematiaannya dikarenakan kedudukan serta keutamaan beliau dihati Nabi, sesungguhnya dia adalah sebaik-baik teman hidup.

Read more http://kisahmuslim.com/3649-keutamaan-ibunda-khadijah-radhiyallahu-anha-bagian-1.html
Beliau seorang saudagar wanita yang sukses dengan harta yang melimpah. Dan beliau dipersunting oleh Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam sedangkan saat itu umurnya sudah sampai empat puluh tahun, dan Nabi berusia dua puluh lima. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memadu dengan wanita lain sampai setelah kematiaannya dikarenakan kedudukan serta keutamaan beliau dihati Nabi, sesungguhnya dia adalah sebaik-baik teman hidup.

Read more http://kisahmuslim.com/3649-keutamaan-ibunda-khadijah-radhiyallahu-anha-bagian-1.html
Beliau seorang saudagar wanita yang sukses dengan harta yang melimpah. Dan beliau dipersunting oleh Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam sedangkan saat itu umurnya sudah sampai empat puluh tahun, dan Nabi berusia dua puluh lima. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memadu dengan wanita lain sampai setelah kematiaannya dikarenakan kedudukan serta keutamaan beliau dihati Nabi, sesungguhnya dia adalah sebaik-baik teman hidup.

Read more http://kisahmuslim.com/3649-keutamaan-ibunda-khadijah-radhiyallahu-anha-bagian-1.html
Artikel Terkait

0 komentar:

Posting Komentar